Berita

Berita

Image

OSIS Adakan LDK Secara Virtual

Image

Banjir Besar Landa SMAN 10 Semarang

Image

Sosialisasi LTMPT

Image

Awal Semester Genap TP 2020/2021

Image

SMA 10 BERDIKARI

Image

Pemilihan Ketua Osis

Polling

Bagaimana Layanan SMA 10 Semarang Kepada Masyarakat?

  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang Baik
  Buruk

  Hasil Polling

Kalender

April 2021

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Banjir Besar Landa SMAN 10 Semarang


BEDIKA1                           Facebook  Instagram Whatsapp Youtube

Semarang-Hujan deras yang terjadi di Kota Semarang sejak Jumat (5/2)menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah. Tak terkecuali wilayah Kaligawe dan Genuk. SMAN 10 Semarang yang terletak di Jalan Padi Raya no. 16, Genuk Indah juga tak luput dari genangan air. Bahkan ketinggian air semakin bertambah. Puncaknya pada hari Senin (8/2) ketinggian air mencapai perut orang dewasa. 

“Banjir tahun ini adalah banjir paling tinggi yang terjadi di SMAN 10”, terang Supriyadi, S.Pd. Waka kurikulum itu melanjutkan keterangannya, bahwa genangan air biasanya hanya setinggi lutut dan belum pernah masuk ke ruangan. Hanya lapangan saja yang tergenang. Tahun ini air sampai masuk ke semua ruang yang berada di lantai satu. Ruang kepala sekolah, ruang TU, ruang wakasek, ruang kelas, bahkan ruang data dan ruang aset juga terendam. 

Walaupun banjir menggenang, namun KBM masih bisa berjalan karena memang masih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Adapun aktivitas pelayanan tidak bisa berjalan baik dan terhenti total karena genangan air yang mencapai ketinggisn 30 cm dalam ruangan. Pelayanan pada masyarakat baru bisa berjalan mulai tgl 11 Februari 2021. 

Alami Banyak Kerugian 
Akibat banjir yang menggenangi hampir seluruh ruang di lantai satu tersebut, banyak barang dan aset yang rusak. “Beberapa komputer dan peralatan elektronik di ruang data juga ikut terendam”, jelas Subuh Jaelani, M.Pd. yang sejak kemarin ikut berjibaku menyelamatkan barang dengan menaikkan ke tempat yang lebih tinggi. Masih menurut Waka Sarpra, “Buku-buku di perpustakaan dan beberapa aset terlambat diselamatkan dari air. Saat ini kerugian masih proses pendataan dan akan kami laporkan ke Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 1 Jateng.  

Di tempat terpisah Waka Humas, Sagino, S.S. menyampaikan bahwa Kepala Sekolah sudah melaporkan musibah banjir ini ke Cabdin setiap harinya. Kepsek juga meminta izin untuk meng-WFH guru dan tenaga kependidikan. Pelayanan diharapkan bisa normal mulai pekan depan. (AA)